PURWAKARTA | Proyek Pemeliharaan Bangunan Pengaman Jalan yang tengah berlangsung di kawasan Situ Cigangsa, Desa Campakasari, Kecamatan Campaka, Kabupaten Purwakarta, menuai sorotan tajam dari warga setempat, khususnya dari kalangan Karang Taruna.
Ketua Karang Taruna setempat, Asep Behom menyampaikan kekecewaannya karena tidak adanya keterlibatan warga lokal dalam pelaksanaan proyek tersebut. Hal ini dinilai kontras dengan proyek-proyek serupa yang sebelumnya dilaksanakan di wilayah Desa Campakasari, di mana masyarakat, termasuk Karang Taruna, selalu diberdayakan dan dilibatkan secara langsung.
“Saya sangat menyayangkan adanya proyek di wilayah kami yang sama sekali tidak melibatkan warga setempat. Biasanya, minimal ada beberapa orang yang ikut bekerja atau setidaknya ada pemberitahuan kepada lingkungan. Tapi kali ini, tidak ada sosialisasi sama sekali, bahkan untuk sekedar bertamu atau memberikan informasi pun tidak ada,” ungkap Ketua Karang Taruna Desa Campakasari, Asep Behom. Sabtu (30/8/2025)
Kritik juga datang dari salah satu tokoh kampung Campakasari berinisial (UW) yang menilai bahwa proyek tersebut seharusnya tidak hanya bersifat fisik, tetapi juga memberi dampak sosial bagi masyarakat sekitar, khususnya dalam bentuk pemberdayaan.
“Pemberdayaan masyarakat itu penting. Jangan hanya membangun, tapi abaikan lingkungan sosialnya. Selain itu, saya perhatikan dalam pekerjaan tersebut tidak kerap dalam pemasangan sistem pipa atau saluran resapan air di sela-sela pondasi. Ini bisa menjadi masalah serius karena kondisi tanah urug setelah pondasi bisa menyebabkan bangunan mudah rusak atau tidak tahan lama,” tegasnya.
Diketahui, kegiatan proyek Pemeliharaan Bangunan Pengaman Jalan di kawasan Situ Cigangsa dilaksanakan dengan nilai kontrak sebesar Rp. 197.039.000,-. Proyek ini memiliki jangka waktu pelaksanaan selama 45 hari kalender dan didanai melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kabupaten Purwakarta Tahun Anggaran 2025.
Hingga berita ini diturunkan, pihak dinas terkait belum memberikan keterangan resmi ataupun tanggapan atas keluhan dan pertanyaan dari karang taruna baik awak media. (guh)